Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Patas Talitis: Pembinaan Keagamaan Untuk Penyandang Disabilitas Di Kota Bukittinggi
Keywords:
disabilitas, pembinaan keagamaan, program patas talitis, pemberdayaan masyarakat, inklusi sosialAbstract
Penelitian ini berangkat dari perhatian terhadap penyandang disabilitas di Kota Bukittinggi yang mendapatkan akses pembinaan keagamaan melalui program Patas Talitis. Program ini merupakan inisiatif dari Kementerian Agama Kota Bukittinggi yang menyasar penyandang disabilitas, khususnya tunanetra, tunarungu, dan autis, guna memberikan mereka pembinaan dalam bidang keagamaan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengungkap profil program Patas Talitis serta merinci bentuk kegiatan keagamaan yang diberikan kepada kelompok disabilitas. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian mencakup pembina program, peserta penyandang disabilitas, guru agama dari SLB Autis, serta tokoh-tokoh dari organisasi disabilitas seperti Pertuni, Gerkatin, dan SLB Al-Ikhlas. Analisis data dilakukan melalui proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga dengan teknik triangulasi dan perpanjangan waktu penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mengikuti program, para penyandang disabilitas umumnya memiliki pemahaman agama yang sangat terbatas. Melalui kegiatan seperti pelatihan tilawah Al-Qur’an, praktik fiqih ibadah, serta penyuluhan aqidah dan akhlak, peserta menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam pengetahuan dan praktik keagamaan mereka. Program ini tidak hanya menjadi sarana pendidikan agama, tetapi juga berperan penting dalam pemberdayaan masyarakat, khususnya dalam mendorong keterlibatan aktif penyandang disabilitas dalam kehidupan sosial dan spiritual. Dengan demikian, Patas Talitis menjadi model pemberdayaan berbasis komunitas yang inklusif, yang mengedepankan kesetaraan, aksesibilitas, dan pemenuhan hak-hak keagamaan bagi seluruh lapisan masyarakat.
